Sabtu, 03 Agustus 2019

Pumping hr model

Kerangka Pumping HR Model terbentuk dalam 3 fondasi utama yaitu principle power yang merupakan akar (pusat orbit) sukses manusia, competence power yang berfungsi sebagai tiang (titik orbit) kesuskesan dan action power yang berfungsi sebagai buah/daun (garis orbit) kesuksesan manusia. Kerangka Pumping HR model bersumber dari pendekatan-pendekatan teori yang telah ada dan teruji secara ilmiah, yaitu:
1. Menggunakan pendekatan Alquranulkarim tentang perumpamaan pohon yang baik yang terdiri dari akar, batang dan buah/daun.
2. Bersandar pada prinsip-prinsip model milky way (tata surya) yang terdiri dari pusat orbit, titik orbit dan garis orbit.
3. Bersandar pada teori Iceberg yang memperlihatkan 3 alam manusia, yaitu bawah sadar , prasadar dan alam sadar.
4. Bersandar pada teori-teori modern tentang anugerah manusiawi, yaitu pancaindera, intuisi, dan hati.
Secara lengkap kerangka, struktur, dan komponen konsep belajar Pumping HR Model adalah seperti terlihat pada Gambar berikut ini.
Secara konsep Pumping HR model mengacu pada teori-teori talent management dan competency management para pakar seperti David McClelland, Michael Armstrong, Gary S Becker, Angela Barron, Dave Ulrich, R Palan, Lance A Berger, Dorothy R Berger, Michael Zwell, dan lain-lain. Pumping model menggunakan konsep modal manusia (human capital), dimana didalamnya memadukan potensi bakat, perilaku, personal ability, professional ability, kompetensi intangible dan kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan emosional (EQ), serta kecerdasan adversity (AQ). Pumping HR model sebagai konsep human capital menekankan pentingnya pengembangan unsur manusia melalui penguatan nilai-nilai (value) menjadi kekuatan keyakinan (belief system), proses kesadaran diri (self awareness processs) dan mengeksplor (memompa) potensi-potensi terbaiknya sebagai perilaku dan karakter menuju pada kesuksesan diri.
Pumping HR model mengandung aset-aset penting yang tidak tampak (intangible) yang sangat dibutuhkan individu dan organisasi, yaitu 3 prinsip (values system, self awareness process), 12 kompetensi (visi, leadership, manajemen, knowledge, motivasi, exercise (practice)) dan 5 langkah tindakan (aksi) untuk sukses (statement, personality change, self controlling, network collaboration, continuous improvement). Wirawan (2000) mengatakan setidaknya ada 5 dimensi SDM dalam human capital, yaitu (1) fisik manusia (2) psikis manusia (3) sifat atau karakteristik manusia (4) Pengetahuan dan keterampilan manusia dan (5) pengalaman manusia. Hal tersebut menyangkut unsur tangible dan intangible. Michael Zwell (2000) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang, Yaitu: (1) keyakinan dan nilai-nilai, (2) keterampilan, (3) pengalaman, (4) karakteristik kepribadian, (5) motivasi, (6) isu emosional, (7) kemampuan intelektual dan (8) budaya organisasi. Sedangkan Wibowo (2014) membagi kompetensi dalam tiga tingkatan utama yaitu: “behavior tools, image attribute dan personal characteristic”.
Secara garis besar konsep belajar Pumping HR Model merupakan konsep belajar yang memadukan kualitas individu dengan profesinya melalui 3 penguatan dasar yaitu (1) spiritualitas, (2) talenta dan (3) kompetensi. Pumping HR model merupakan model belajar pengembangan kualitas individu dan keprofesian yang berbasis pada kekuatan personality (talenta), personal competency dan professional competency seseorang. Pumping HR model merupakan pengembangan dari dua pendekatan konsep pengembangan SDM yang sering menjadi referensi perusahaan perusahaan multinasional dalam pengembangan karyawannya, yaitu CBHRM (Competency Based Human Resources Management) dan TBHRM (Talent Based Human Resources Management).

Paradigma guru kaya

Guru kaya bagi penulis adalah seperti yang pernah diucapkan Soekarno;‘guru yang baik adalah guru yang mampu menanamkan sifat rajawali dalam dada anak didiknya’.Atau seperti tersirat dari pesannya Ali bin Abi Thalib ‘Guru kaya adalah guru yang senantiasa mementingkan ilmu dari hartakarena ilmu akan menjaga mu sedangkan harta malah engkau yang menjaganya’.
Guru kaya adalah orang seperti anda yangberpikir dan menghendaki perubahan dalam cara pandang terhadap diri dan lingkungan pengajaran.Guru kaya adalah seperti sosok dalam karya Poule Fraire, ‘guru kaya mengajar dengan menegakkan humanisasi dan realitas diri peserta didik.Guru kaya senantiasa memiliki visi dan misi dalam hidup dan perjuangan profesinya.
Perubahan senantiasa konstan dan kontinu. Pentingnya akan perubahan telah sejak awal diserukan para rasul Allah.Alqur’an dengan tegas mensinyalir ‘bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri’ (QS; 13:11).
Dale Carnegie merespon ini, dengan mengatakan:
“hendaklah pikiran anda selalu terbuka terhadap perubahan, sambutlah dan rangkullah perubahan itu, hanya dengan mempertimbangkan dan mempertimbangkan ulang pendapat dan pemikiran anda, anda dapat maju’.
Berubah seperti apa?Secara ilmu eksistensi diri perubahan terbaik adalah menjadi (to be), bukan memiliki (to have).Bagi pendidik dalam modus hubungan ‘menjadi’ dengan dunia pengajaran mempunyai kualitas yang kuat bila pendidik bersifat biofili, yakni kecintaan pada segala yang memiliki kehidupan atau maknawiyah.Sedangkan dalam modus ‘memiliki’bersifat nekrofili, yakni kecintaan pada segala yang tidak memiliki jiwa
Jawaban-jawaban anda, memberikan gambaran utuh hidup tentang kesiapan anda menjadi manusia baru.Lakukan perubahan pengajaran menurut skema perubahan sikap dan kebiasaan anda.
Kuadran Guru Kaya
Untuk menjadi guru yang memiliki kecintaan pada jiwa kehidupan (biofili) secara profesi harus berpindah dari kuadran paradigma memiliki (to have) ke kuadran paradigma menjadi (to be).Terobsesi dari Kiyosaki, guru dapat dikelompokkan dalam 4 kuadran utama, yakni; guru pekerja, guru profesional, guru pemilik dan guru perancang.
Dasar dari pembagian kuadran ini adalah keinginan untuk maju dan berubah (pergeseran paradigma) dan sumber penghasilan kita sehari-hari. Ada 4 kuadran utama yang akan membedakan anda sebagai guru:
¨Kuadran I: Guru Pekerja. Guru yang sebatas melaksanakan pekerjaannya
¨Kuadran II: Guru Profesional.Guru yang memiliki profesionalitas(keahlian)lebih dengan harga tertentu
¨Kuadran III: Guru Pemilik.Guru yang memiliki lembaga pendidikan/yang mengendalikan sistem
¨Kuadran IV: Guru Perancang.Guru yang memahami makna profesinya, memiliki visi dan merancang pengajarannya secara hidup.
Kompetensi Guru Kaya
Guru kaya sesungguhnya menggambarkan keadaan seseorang yang mampu memadukan kompetensi pribadi dengan kompetensi profesinya.Kompetensi pribadi ditentukan oleh kepribadian anda sebagai sosok yang anda harapkan.
Kompetensi pribadi diperoleh bila kepribadian sejatiyang telah dilengkapi oleh visi, kepemimpinan pribadi dan pengelolaan diri yang baik.Dikatakan bervisi bila seseorang menjalankan hidup dan dunia profesinya dengan mengekspresikan keinginan, tujuan,dan makna hidup pribadi.Kepemimpinan pribadi ditunjukkan dengan jiwa dan sikap serta perjuangan yang memiliki nilai-nilai dan prinsip hidup.Pengelolaan pribadi ditunjukkan oleh aktifitas diri yang terkendali untuk mencapai efektifitas pribadi yangfokus pada visi dan tujuan hidup.
Kompetensi profesiditentukan oleh kecakapan yang kuat.Dikatakan memiliki kecakapan yang kuat bila mampu memotret pribadi peserta didik/orang lain (personalisasi) yang diimbangi oleh pribadi yang memiliki pengetahuan, hasrat dan exercise.Pengetahuan berarti memahami apa yang harus diperbuat dan mengapa;hasrat adalah motivasi untuk melakukan tindakan tertentu;exercise berarti mencoba mempraktekkan atau mengekspresikan.
Kompetensi profesi diperoleh bila kecakapan kuat yang telah dilengkapi oleh pribadi yang memiliki kecakapan akademis, kecakapan intuitif dan kecakapan rasa.Kecakapan akademis di-peroleh sebagai hasil bekerjanya fungsi panca indera dengan fungsi otak kiri.Kecakapan intuitif diperoleh sebagai hasil dari berfungsinya panca indera dengan fungsi otak kanan.Kecakapan rasa diperoleh dari hasil proses kerja fungsi panca indera dengan kepekaan emosi dan fungsi hati .